PAZZA INTER AMALA

Senin, 11 Februari 2013

Belajar Dari Semut


Apa yang dapat kita banggakan dari seeokor semut? Pertanyaan diatas mungkin terlihat sederhana dan agak tidak penting untuk dijawab. Semut hanyalah makhluk kecil ciptaan tuhan, saking kecilnya kerap kita injak dengan sepatu dan sandal kita. Jika ia mengusik cukup dengan sekali kibasan tangan semut itu pun terpental jauh entah kemana. Namun pertanyaan diatas menjadi sangat penting untuk dijawab apabila kita ingin belajar mengenai sebuah arti kerja sama, sistem peperangan, ekonomi bahkan keberlangsugan hidup.
Dalam sebuah laporan yang disampaikan oleh Agus Purwanto yang mengutip laporan dari majalah Reader Didest  yang terbit sekitar tahun 70-an setidaknya ada 4 hal penting dimana semut dapat menjadi panutan kita.
Semut Rangrang

Pertama, sebuah kelompok semut mempunyai sistem atau struktur kemasyarkatan lengkap dengan pembagian tugasnya. Jadi tidak mungkin di komunitas semut ada seorang lulusan sarjana ekonomi kemudian menjabat sebgai menteri perhutanan. Dimana hutan kemudian dugunduli habis untuk mendapatkan uang. Kedua, masyarakat semut mengenal sistem peperangan kolektif, disinilah kita belajar bagaimana persatuan bangsa dapat menghasilkan kekuatan besar untuk menghalau musuh yang datang. Ketiga, semut mengenal sistem perbudakan, dimana telur-telur semut yang kalah perang diangkut sebagai harta rampasan perang bagi kelompok yang menang. Telur-telur tersebut bukan untuk dibunuh ataupun disiksa melainkan ketika menetas nanti ia akan kasih tugas sesuai perannya dan menjadi bagian dari komunitas. Inilah cara semut mengajari kita arti toleransi. Keempat, semut mengenal sistem perkembangbiakan dengan cara peternakan dan kelima, semut mengenal sistem navigasi yang baik. Ketika seekor semut menemukan sumber makanan maka ia akan mengirim sinyal kepada kawannya kemudia bersama-sama mengangkat sumber makanan tersebut ke kerajaannya. Itulah arti sebuah kerja sama.
Itulah sebagian arti kecil kehadiran semut yang dapat dijadikan pelajaran untuk kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar