Rivalitas merupakan bagian dari
kehidupan yang terkadang harus kita
jalani jika ingin menjadi hebat. Ya hebat. Namun jika kita amati pemaknaan
rivalitas dewasa ini meruncing kepada hal yang negatif. Contohnya adalah
rivalitas antara PSSI dan KPSI dalam mengelola pesepakbolaan Indonesia. Kenapa
saya memberikan contoh tentang sepakbola? Ya karena saya ingin menulis tentang
itu dan yang ada difikiran saya ya itu (serius). Sungguh prihatin. Dalam kasus
ini masing-masing berasa benar dan keras
kepala merasa bahwa dia yang paling berhak mengelola olahraga yang satu ini di
Indonesia.
 |
| Real Madrid VS Barcelona |
Singkat
cerita, mana mungkin suatu negara mempunyai 2 tim nasional? PSSI dengan pelatih
Nil Maizar berisi pemain yang berasal dari LPI dan KPSI dengan pelatih Alfred
Riedl berisi pemain dari kompetisi LSI. Cuma ada di Indonesia.Itulah
contoh jika seseorang dan kelompoknya memaknai rivalitas dalam hal negatif.
Mereka berlomba-lomba menjadi terbaik namun mengorbankan kepentingan umum dalam
hal ini rakyat Indonesia. Namun tahukah anda siapa yang membuat Barcelona
begitu dominan di kompetisi lokal dan eropa saat ini? Tahukah anda siapa yang
membuat Manchester United dapat menguasai Liga Inggris dalam 1 dekade terakhir?
Jawabannya tidak lain adalah karena musuh-musuh mereka Real madrid dan Liverpool.
Yah musuh, rival mereka.Sebelum
Barcelona menjadi hebat saat ini mereka tidaklah apa-apa dibandingkan prestasi
Real Madrid, puncaknya mereka meraih 6 Piala yang tersedia dalam satu tahun
2009 bersama Pep Guardiola. Manchester United pun demikian sebelum merajai liga
Inggris 1 dekade terakhir mereka masih kalah prestasi dibandingkan rival abadi
mereka Liverpool namun pada tahun 2010 mereka berhasil mengangkangi jumlah
trofi Liverpool untuk urusan trofi Liga Inggris dengan 19 trofi. Anda boleh tidak setuju dengan pendapat
saya diatas namun itulah yang terjadi. Mereka sadar dengan adanya rivalitas,
malu jika tidak berbuat sesuatu dan tidak mungkin selalu berada di belakang.
Pembenahan dan introspeksi diri mereka lakukan untuk dapat mensgungguli rival
mereka, inilah contoh jika rivalitas dipandang sebagai sesuatu yang positif.
So, kenapa kita takut dengan adanya rivalitas? Rivalitas ada untuk membuat kita
tidak berleha-leha menjalani hidup ini. Terakhir dari saya, CARILAH RIVAL ANDA
DAN UNGGULI PRESTASI DIA. Good Luck J