PAZZA INTER AMALA

Selasa, 18 Desember 2012

Pentingnya Rivalitas


Rivalitas merupakan bagian dari kehidupan yang  terkadang harus kita jalani jika ingin menjadi hebat. Ya hebat. Namun jika kita amati pemaknaan rivalitas dewasa ini meruncing kepada hal yang negatif. Contohnya adalah rivalitas antara PSSI dan KPSI dalam mengelola pesepakbolaan Indonesia. Kenapa saya memberikan contoh tentang sepakbola? Ya karena saya ingin menulis tentang itu dan yang ada difikiran saya ya itu (serius). Sungguh prihatin. Dalam kasus ini  masing-masing berasa benar dan keras kepala merasa bahwa dia yang paling berhak mengelola olahraga yang satu ini di Indonesia.
Real Madrid VS Barcelona
Singkat cerita, mana mungkin suatu negara mempunyai 2 tim nasional? PSSI dengan pelatih Nil Maizar berisi pemain yang berasal dari LPI dan KPSI dengan pelatih Alfred Riedl berisi pemain dari kompetisi LSI. Cuma ada di Indonesia.Itulah contoh jika seseorang dan kelompoknya memaknai rivalitas dalam hal negatif. Mereka berlomba-lomba menjadi terbaik namun mengorbankan kepentingan umum dalam hal ini rakyat Indonesia. Namun tahukah anda siapa yang membuat Barcelona begitu dominan di kompetisi lokal dan eropa saat ini? Tahukah anda siapa yang membuat Manchester United dapat menguasai Liga Inggris dalam 1 dekade terakhir? Jawabannya tidak lain adalah karena musuh-musuh mereka Real madrid dan Liverpool. Yah musuh, rival mereka.Sebelum Barcelona menjadi hebat saat ini mereka tidaklah apa-apa dibandingkan prestasi Real Madrid, puncaknya mereka meraih 6 Piala yang tersedia dalam satu tahun 2009 bersama Pep Guardiola. Manchester United pun demikian sebelum merajai liga Inggris 1 dekade terakhir mereka masih kalah prestasi dibandingkan rival abadi mereka Liverpool namun pada tahun 2010 mereka berhasil mengangkangi jumlah trofi Liverpool untuk urusan trofi Liga Inggris dengan 19 trofi.         Anda boleh tidak setuju dengan pendapat saya diatas namun itulah yang terjadi. Mereka sadar dengan adanya rivalitas, malu jika tidak berbuat sesuatu dan tidak mungkin selalu berada di belakang. Pembenahan dan introspeksi diri mereka lakukan untuk dapat mensgungguli rival mereka, inilah contoh jika rivalitas dipandang sebagai sesuatu yang positif. So, kenapa kita takut dengan adanya rivalitas? Rivalitas ada untuk membuat kita tidak berleha-leha menjalani hidup ini. Terakhir dari saya, CARILAH RIVAL ANDA DAN UNGGULI PRESTASI DIA. Good Luck J