Allah akan meninggikan orang-orang yang
berilmu bebrapa derajat. Yah itulah janji Allah dalam firmannya. Berbicara
mengenai ilmu, kadang sebagai mahasiswa kita terjebak dalam kata KULIAH ataupun
kegiatan mengajar formal lainnya. Persepsi yang berkembang dimasyarakat kita
saat ini bahwa ilmu hanya didapat dari bangku sekolah/kuliah sungguh
mengkerdikan manusia itu sendiri. Manusia dilahirkan ke dunia dengan potensi
yang begitu luar biasa jadi sangat naif kita menempatkan ilmu hanya pada bangku
kuliah.
Banyak sekali sejarah mencatatkan
nama-nama hebat yang tidak merasakan bangku kuliah atau bahkan mereka
disia-siakan oleh Universitas tempat dimana mereka menimba ilmu tetapi mereka
dapat berbuat banyak terhadap perkembangan dunia ini. Sebut saja Bill Gates,
Soichiro Honda, Colonel Sanders bahkan Thomas Alfa Edison pun tidak memiliki
sertifikat sarjana. Yaa, mereka tidak bermodalkan ijazah untuk mendapatkan
pekerjaan melainkan terus mengasah kemampuan yang mereka miliki untuk membuat
pekerjaan.
Lalu pertanyaan yang mucul adalah apakah kita perlu kuliah atau butuh kuliah?.
Kata perlu dan butuh seringkali kita gunakan untuk mengungkapkan apa yang
kita inginkan. Seperti makan, adalah sesuatu yang kita butuhkan kerena
menyangkut kelangsungan hidup kita. Namun jika berbicara kuliah maka kita hanya
memerlukannya, lain halnya dengan belajar dimana kita membutuhkannya. Kuliah
hanyalah salah satu cara dari sekian banyak cara untuk mendapatkan ilmu. Itulah
mengapa banyak orang hebat yang sukses karena mereka belajar tidak hanya
terpaku dengan bangku kuliah. Kuliah hanyalah salah satu kendaraan untuk
mencapai tingkat keilmuan sedangkan masih banyak kendaraan lain yang dapat kita
gunakan.
Disini bukan berarti kita menyepelekan
kegiatan mengajar di bangku perkuliahan. Kuliah memang diperlukan namun sangat
disayangkan jika kuliah hanya dijadikan tujuan untuk menggapai sederet nilai
dalam ijazah yang kemudian digunakan sebagai patokan tingkat keilmuan seseorang
bahkan dijadikan standar dalam penerimaan pegawai. Sudah saatnya kita merubah
paradigma yang berkembang di masyarakat dimulai dari diri kita sendiri. Untuk
itu marilah kita jadikan diri ini sebagai insan pembelajar yang tidak hanya
terpaku menimba ilmu di bangku perkuliahan. Sungguh ilmu Allah tersebar di
segala penjuru muka bumi. (MULA)