Bagi sebagian orang KRL (commuter)
merupakan alat transportasi yang sangat efesien karena waktu tempuhnya yang
sangat cepat dibandingkan dengan transportasi lainnya. Namun bagi saya yang
notabene nya adalah seorang mahasiswa, sebelum menggunakan KRL kadang
membutuhkan beberapa pertimbangan khususnya berkaitan dengan masalah biaya yang
harus dikeluarkan. Kenapa?. Karena untuk sekali perjalanan saja, biasanya saya
naik dari dari satsiun Depok Baru, saya harus merogoh kocek sebesar Rp. 7000,-
jika ingin pergi ke Stasiun UI padahal jarak antara stasiun Depok Baru-UI hanya
2 stasiun karena selama ini PT. KAI menerapkan sistem tiket sekali jalan.
Kasarnya adalah jauh-dekat 7 ribu.
Namun mulai bulan juni 2013 ini ada sebuah
revolusi yang dilakukan oleh PT. KAI mengenai penerapan tarif KRL. Dimana
selama ini menggunakan system tarif sekali jalan, diganti dengan tarif
Progresif. Penghitungan tarif progresif berdasarkan jumlah stasiun yang
dilalui. Untuk lebih jelasnya penghitungan tarif progresif sebagai berikut.
-
5 stasiun pertama adalah Rp. 3000 (subsidi dari pemerintah
Rp. 1000) jadi tarif berlaku adalah Rp. 2000 kemudian 3 stasiun berikutnya Rp.
1000 (subsidi dari pemerintah Rp. 500) jadi Rp. 500
contoh :
Kasus 1 jarak
dekat :: saya berangkat dari stasiun Depok Baru ingin ke stasiun UI jika selama
ini saya bayar Rp. 7000 maka dengan tarif progresif saya cukup bayar Rp. 2000
Jarak Stasiun
Depok baru-UI adalah 2 stasiun.
Kasus 2 jarak jauh
:: saya berangkat dari stasiun Depok Baru ingin ke stasiun Manggarai jika selama
ini saya bayar Rp. 7000 maka dengan tarif progresif saya cukup bayar Rp. 3000
Jarak stasiun
Depok baru-Manggarai adalah 11 stasiun.
disamping masih perlunya dilakukan beberapa evaluasi mengenai pelayanan
KRL namun setidaknya dengan berlakunya
tarif progresif ini menjadi semacam angin segar bagi para pengguna KRL
khususnya saya pribadi karena dengan system tarif tersebut ditambah subsidi
dari pemerintah maka tarif KRL dapat ditekan. Selain itu kondisi Peron stasiun
telah disterilkan dari pedagang hal ini semakin menambah kenyamanan para
pengguna KRL. Semoga perbaikan-perbaikan seperti ini dilakukan terhadap sarana
transportasi massal lainnya demi perbaikan kehidupan masyarakat. (MULA)
