Yeayyy..!! apa yang ada dipikiran sobat semua kalo dengar
kata Pulau Tidung? Hmmm.. pasti terbayang keren abis kan pulaunya apalagi
jembatan cintanya yang panjangnya mencapai 1 kilometer itu heee. Uuppss mungkin
ada juga sobat yang mengerutkan dahi karena belum pernah kesana atau
jangan-jangan belum pernah dengar namanya sekalipun heee. Karena dengar cerita
memang pulau ini baru dibuka sebagai tempat wisata sekitar 3 tahun lalu.
Tapi tenang bagi sobat yang belum ke pulau tidung saya akan
ceritakan perjalaanan Backpacker saya
Dkk dan memberikan bagaimana gambaran pulau tidung itu. Saya sarankan sih
segera dimasukkan ke list liburan sobat deh, gag bakalan nyelesel dehh. Hee :P
 |
| Pulau Tidung |
Begini ceritanya, jengjengjeng...
perjalanan ini saya lakukan bersama 2 pelaku lainnya sebut
saja Rifchan dan Ali (berasa kriminal) hehee piss yah chan, li. Sehabis sholat
tareweh kami pun melangkahkan kaki menuju Tidung ,sekedar informasi kami
backpacker ketika bulan puasa biar irit kan siangnya gag jajan. Gubrakkkk haha
Lokasi pemberangkatan kami dari kampus UMJ waktu sekitar jam
8 malam. Untuk rute saya yang betanggungjawab karena memang ini ide saya untuk
ke tidung. Bermodalkan searching rute dari om Google rute kasarnya saya pegang.
Kenapa saya sebut rute kasar yahh karna memang gag jelas rutenya kami bertiga
pun belum pernah kesana sebelumnya.
Dari depan kampus kami naik angkot ke pasar jumat jaraknya
hanya sekitar 500 meter dari kampus dan cukup bayar Rp. 1000,00 dari situ kami
melanjutkan perjalanan ke arah Blok M menggunakan metromini 72 jurusan Lb.
Bulus –Blok M cukup Rp.2000,00 bayarnya. (pokoknya rutenya NGACO ABIS) namanya
juga Backpakers jadi-jadian. Hee
Berharap di blok M ada bus jurusan Muara angke karena memang
Spot penyebrangan ke pulau tidung melalui dermaga muara angke. Dan ternyataaa
GAG ADA karena sesampai di blok M udah jam 10 malam. Udah sampe Blok M dan gada
bus menuju Muara Angke dan jam 10 malam lagi. Apa yang kami lakukan?Pulang? ohhh
Tidakkk.
Setelah berdiskusi dengan seorang kondektur kami melanjutkan
perjalanan menggunakan bus ke arah UKI
sesuai saran dia karna itu satu-satunya bus yg memungkinkan ,turun di
UKI nantinya berharap ada bus jurusan Priok. Kebayangkan muara angke dimana tanjung priok
dimana? Bukan semakin dekat eh malah makin jauh. Tapi Lanjuutttt...
Sampai di UKI pukul 23.00 dan Bus yang kami harapkan untuk
membawa kami ke Priok pun telah nyaman menikmati hangatnya tempat peristirahatnnya. Lagi-lagi ga ada bus.
Hikshiks.
Putus asa itu dilarang dalam agama, setelah sana-sini
bertanya akhirnya dapat informasi bahwa ada mobil jurusan priok tapi bukan
mobil umum jadi semacam mobil pribadi yang dijadikan mobil umum pada malam hari
ketika bus biasa udah gag beroperasi.(sama aja yaaa. Hee). Angkutan seperti ini
dikenal dengan sebutan mobil Omprengan.
Nyaman di mobil omprengan kami pun sampai di priok jam 01.00,
berharap ada kopaja ke Muara angke? Mimpiiiii ini jam berapa woyyyy,,,.. ga
mungkin kami bermalam di sekitar pelabuhan tanjung Priok mau tau alasannya?
Bukannya cemen atau apalah tapi kalian tau kan tn. Priok memiliki angka
Kriminalitas tertinggi di jakarta di situ bercokol para jawara semua. Hiihh takuutt.
setelah kami berdiskusi kami memutuskan naik Taksi yang dari
tadi sopirnya memperhatikan kami. Proses tawar-menawar dimulai dan disepakati
tarif taksinya kami tembak di angka Rp. 50.000 dibagi 3 jadi sekitar Rp.
17.000/orang, yahh dari pada ambil resiko menguliti angin malam di priok
mending langsung cabut aja ke muara angke.
 |
| Gue |
Yaayyyy Pelabuhan Muara Angke 02.00 tinggal selangkah lagi
pulau tidung. Kiri-kanan penjual ikan berjibaku satu sama lain menarik minat
setiap pejalan kaki yang lewat. Aroma nya sungguh menyengat karena ini merupakan
sentra pelelangan ikan terbesar di jakarta. Biarpun sudah dini hari tapi saat
itulah aktivitas tersibuk di tempat ini. Dimana nelayan-nelayan baru pulang
melaut dan membawa ikan puluhan kilo beratnya.
Setelah memastikan kapal yang berangkat ke tidung kami
mencari makanan untuk sahur. Sahur kali ini di kapal ditemani debur ombak dan
sinar bulan purnama. Heee. Rencananya kapal berangkat esok pagi pukul 07.00.
kapal yang digunakan memuat sekitar 150 orang terdiri dari 2 lantai. Yahh
semacam kapal ikan gitu tapi cukup besarlah. Oia ongkosnya sebesar Rp.
32.000/orang sekali jalan. Kapal berangkat jam 09.00.
 |
| Ali dan Rifchan |
Pagi menjelang. Para turis pun berdatangan naik ke atas
kapal. Yahh turis asing. Hampir 99% penumpang ke pulau tidung adalah turis
asing berwajah Chinese. Biasanya para turis ini menggunakan jasa travel untuk liburan mereka. Bisa dibilang Cuma kami bertiga serta awak kapal yang
berwajah lokal. Berdasarkan info yang saya dapat, penginapan di Tidung selalu
penuh bahkan ketika bukan hari libur sekalipun.
Perjalanan dari dermaga menuju pulau tidung memakan waktu 2
jam. Kebayang gag 2 jam di laut lepas. Seruu abisss dahhh. Pulau tidung
letaknya cukup luar diantara gugusan kepulauan seribu lainnya. Di tengah
perjalanan kami melewati beberapa pulau seperti pulau Bidadari dan pulau
kelapa.
Sampailah kami di pulau tidung J Horeeeee !!!!
Rekomendasi :
Buat teman-teman yang mau mengisi liburan ke Pulau Tidung nih
ada beberapa info penting yang perlu diingat.
1.
Jika
kamu berangkat dari terminal lebak bulus. Cukup naik metromini jurusan Grogol. turun di terminal grogol dan naik angkot warna merah jurusan muara angke atau
naik Busway turun di Shelter Grogol kemudian naik angkot merah jurusan Muara
angke. Jadi gag perlu pake nyasar sampe tanjung priuk. Hehee
2.
Kapal
ke pulau tidung berangkatnya pukul 07.00 dari dermaga muara angke. Untung
banget kita nginep di atas kapal. Hee
3.
Tidak
ada ATM di pulau tidung, bawa uang cash sebanyak-banyaknya.
4.
Transportasi
yang tersedia di pulau tidung hanya sepeda, dan becak motor.
To be Continue....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar